Sabtu, 15 Desember 2012

7 Keajaiban Matematika

Jika kita mengenal istilah Tujuh Keajaiban Dunia, berupa bangunan-bangunan yang fenomenal, maka matematika juga memiliki tujuh keajaiban. Tujuh keajaiban matematika merupakan tujuh permasalahan matematika yang masih memerlukan pembuktian. Kedua Keajaiban tersebut, Tujuh Keajaiban Dunia dan Tujuh Keajaiban Matematika, merupakan hasil kreasi dan buatan manusia.

Sebelum anda melanjutkan membaca artikel ini, penulis memperingatkan : membaca artikel ini bisa membuat anda pusing, mual-mual, muntah, sakit kepala, atau mungkin geger otak..hahaha,

membaca artikel ini bisa membuat anda pusing, mual-mual, muntah, sakit kepala, atau mungkin geger otak..hahaha,

Clay Mathematics Institute (CMI), sebuah lebaga Nirlaba dari Cambrigdge, Masschusetts, yang didirikan oleh Landon T. Clay, seorang pengusaha, dan Arthur Jaffe, seorang pakar matematika dari Harvard, telah mengeluarkan sayembara berupa hadiah uang sebesar $ 1.000.000,- kepada siapa saja yang bisa membuktikan atau menyangkal salah satu dari ketujuh masalah Matematika atau perhitungan tersebut. Sayembara yang dikenal sebagai Millenium Prize Problem itu telah dimulai pada 24 Mei 2000, dan hingga kini baru dua masalah dari tujuh masalah telah terpecahkan.

Sebuah hipotesis, yaitu The Riemann Hypothesis baru-baru ini telah dibuktikan oleh seorang matematikawan asal Prancis, Louis de Branges de Bourcia pada Juni 2004. Hipotesis yang dicetuskan oleh Bernhard Riemann pada tahun 1859 ini mengatakan bahwa bagian real dari semua bilangan nol tak trivial untuk fungsi zeta Riemann adalah ½. Pembuktian ataupun penyangkalan dari hipotesis ini akan memberikan impllikasi pada teori bilangan, khususnya distribusi dari bilangan prima.

Masalah lain yang telah terbukti adalah The Poincaré Conjecture. Conjecture ini membahas masalah topology, yaitu pada sebuah bola dengan permukaan dimensi dua, permukaannya akan terhubung sederhana. Henri Poincaré (1904) seorang matematikawan asal Prancis meyakini bahwa hal tersebut juga berlaku pada bola dengan permukaan tiga dimensi. Akhirnya setelah hampir satu abad, conjecture ini berhasil dibuktikan oleh seorang matematikawan asal Rusia, Grigori Perelman, pada November 2002.

Saat ini masih terdepat lima masalah lagi yang masih menjadi misteri di dunia matematika. Kelima masalah itu antara lain P versus NP, merupakan salah satu permasalah yang cukup krusial dalam teori komputasi yang membahas tentang waktu dan data yang dibutuhkan untuk melakukan komputasi dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika.

The Birch and Swinnerton-Dyer conjecture, yang berhubungan dengan berbagai tipe persamaan. Conjecture ini memberikan suatu cara yang sederhana dalam menentukan apakah suatu persamaan memiliki solusi bilangan rasional yang berhingga atau tak hingga.

Masalah lainnya yang belum terbukti adalah Navier-Stokes existence and smoothness, merupakan suatu persamaan yang memodelkan pergerakan dari zat cair dan gas. Dalam dunia fisika, Yang-Mills existence and mass gap, menjelaskan tentang suatu partikel yang memiliki gelombang perjalanan pada kecepatan cahaya. Dan yang terakhir pada bidang aljabar, yaitu The Hodge Conjecture.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar